Prosesakademik berlangsung mulai dari penerimaan mahasiswa baru hingga kelulusan mahasiswa. Sistem Manajemen Pengetahuan. Sistem ini terdiri dari sejumlah modul aplikasi yang berfungsi untuk mengelola aset pengetahuan (jurnal, buku, perpustakaan, hasil penelitian) secara elektronik. Sistem Informasi Perpustakaan.
Diperlukanperangkat khusus agar pelayanan bimbingan konseling melalui teknologi informasi dapat terlaksana dan perangkat tersebut tidak murah, sehingga tidak samua orang dapat memanfaatkannya. 3. Informasi yang diterima dan diberitakan sangat terbatas, komunikasi satu arah, klasifikasi dan eksplorasi tidak biasa segera dilakukan, sehingga ada
PengertianManajemen Resiko Serta Dampak Kerugiannya Bagi Perusahaan. Manajemen resiko adalah suatu fungsional manajemen yang bersifat umum bertugas mengidentifikasi, menilai dan menunjukan penyebab serta dampak yang timbul dari ketidak pastian dan resiko pada suatu organisasi / perusahaan. Sebelum anda membaca artikel dan
Perdaganganelektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen
Kekurangandan kelebihan bisnis franchise yang pertama ada sistem manajemen yang telah terbangun. Tentunya ini memberikan keuntungan dalam berbisnis, terutama bagi mereka yang telah memiliki reputasi bagus. Produk Sudah Cukup Dikenal Masyarakat. Ini tentu membantu dalam proses pemasaran bisnis yang cenderung lebih mudah.
Bahasanpenting : 1. Alasan menggunakan sistem basis data. 2. Kelebihan dan kelemahan sistem basis data. PENDAHULUAN. Basis Data adalah suatu program aplikasi terpisah yang menyimpan suatu koleksi data. Masing - masing basis data memiliki satu API atau lebih yang berbeda untuk menciptakan, mengakses, mengelola, mencari, dan mereplikasi data.
. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Di dalam sebuah organisasi diperlukan suatu tata kelola atau penyusunan suatu data atau informasi agar lebih terstruktur dan valid. Nah, dengan adanya Manajemen Sistem Informasi membuat kita lebih mudah dalam melakukan pengelolaan suatu data. Apalagi ada sebuah data prosedural yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan suatu organisasi maupun umum, manajemen sistem informasi adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal dalam bisnis yang terdiri atas pemanfaatan dokumen, manusia, teknologi, serta prosedur dalam akuntansi manajemen. Yang mana tujuannya keseluruhan sistem ini digunakan dalam rangka menganalisis sistem informasi yang lain pada penerapan aktivitas operasional suatu organisasi. Baca juga Meningkatkan Daya Saing BUMN Industri Melalui Implementasi Manajemen Ilmu Pengetahuan Knowledge Management Apabila suatu organisasi memiliki tata kelola MSI yang baik akan membantu berkembangnya organisasi tersebut, meningkatnya produktivitas serta penghematan dalam hal biaya di dalam organisasi, meningkatnya kualitas dari SDM dikarenakan unit sistem kerja akan lebih terkoordinasi serta sistematis, mempermudah pihak manajemen dalam melakukan pengawasan, perencanaan, pengarahan serta pendelegasian kinerja pada semua departemen yang mempunyai koordinasi dan hubungan, efisiensi serta efektivitas data yang lebih realtime dan akurat. Kemudian kita akan membahas mengenai knowledge managamen yang merupakan suatu rangkaian kegiatan yang digunakan oleh organisasi atau perusahaan untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui, dan dipelajari di dalam Knowledge ManagementInformasi/PengetahuanKnowledge Management erat kaitannya dengan informasi, pada era global seperti sekarang ini setiap organisasi bisnis saling berlomba untuk mendapatkan informasi - informasi yang berkaitan dengan kondisi pasar, baik itu berupa peluang, tantangan maupun situasi dan kondisi yang dapat menghambat kinerja organisasi secara umum. Organisasi bisnis yang menerapkan konsep knowledge management selalu mengikuti perkembangan informasi pasar, dalam hal ini adalah informasi - informasi mengenai kebutuhan konsumen. ManusiaPerkembangan teknologi informasi memang memainkan peranan yang penting dalam konsep knowledge management. Hampir semua aktivitas kehidupan manusia akan diwarnai oleh penguasaan teknologi informasi, sehingga jika berbicara mengenai knowledge management tidak lepas dari pengelolaan informasi - informasi yang aktual dan terpercaya kebenarannya. Baca juga Manajemenn Sistem Informasi dalam Knowledge Management 1 2 3 Lihat Pendidikan Selengkapnya
Database adalah pengelompokan logis dari data yang berisi satu set ruang tabel terkait dan ruang indeks. Biasanya, database berisi semua data yang terkait dengan satu aplikasi atau dengan sekelompok aplikasi terkait. Perkembangan penyimpanan data semakin besar setiap waktu sehingga diperlukan bantuan yang lebih praktis dan cepat seperti DBMS Database Management System. Lalu Sistem Manajemen Basis Data atau Database Management System DBMS itu sendiri mengacu pada solusi teknologi yang digunakan untuk mengoptimalkan dan mengelola penyimpanan dan pengambilan data dari basis data. DBMS menawarkan pendekatan sistematis untuk mengelola database melalui antarmuka untuk pengguna serta beban kerja yang mengakses database melalui aplikasi. Tanggung jawab manajemen untuk DBMS meliputi menyimpan informasi, menerapkan proses ke database, seperti akses dan modifikasi, membuat struktur penyimpanan yang lebih rapi, dll. Selain itu DBMS juga memfasilitasi operasi administratif tambahan seperti manajemen perubahan, pemulihan bencana, kepatuhan, dan pemantauan kinerja, antara lainnya. Mari simak penjelasan singkat serta kelebihan dan kekurangan DBMS jika Anda menggunakannya untuk mempermudah pekerjaan Anda. Daftar Isi1 Manfaat dan Kelebihan Menggunakan DBMS Database Management System Integritas data yang Keamanan Akses data lebih Dukungan pemulihan dan Membantu pengambilan keputusan yang lebih Modifikasi yang mudah2 Kekurangan DBMS Database Management System Kompleksitas dalam hal Adanya peningkatan Keandalan yang kurang Ukuran yang menyita tempat3 Contoh Penerapan DBMS Database Management System4 Tipe/Jenis DBMS Database Management System5 Kesimpulan dan Penutup Manfaat dan Kelebihan Menggunakan DBMS Database Management System Secara singkat, DBMS dicirikan sebagai kerangka kerja perangkat lunak yang memungkinkan pengguna untuk menunjukkan, membuat, memelihara, dan mengontrol akses ke kumpulan data. DBMS memungkinkan pengguna akhir untuk membuat, membaca, memperbarui, dan menghapus data yang diperlukan dalam kumpulan data. DBMS bekerja seperti lapisan antara program dan data. Sedangkan manfaat dan kelebihannya seperti Integritas data yang baik Integritas data berarti data konsisten dan akurat dalam database yang penting karena ada banyak database di DBMS. Semua database ini berisi data yang dapat dilihat oleh banyak pengguna. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa data konsisten dan benar di semua database untuk semua pengguna. Keamanan data Keamanan data adalah konsep penting dalam database. Hanya pengguna yang berwenang harus diizinkan untuk mengakses database dan identitas mereka harus diautentikasi menggunakan nama pengguna dan kata sandi. Pengguna yang tidak sah tidak boleh diizinkan mengakses database dalam keadaan apapun karena melanggar batasan integritas. DBMS menyediakan platform yang lebih baik untuk privasi data sehingga membantu perusahaan menawarkan keamanan data yang lebih baik. Akses data lebih cepat Sistem manajemen basis data membantu pengguna untuk menghasilkan jawaban dan permintaan masuk cepat atas pertanyaan yang membuat pengaksesan data menjadi akurat dan lebih cepat. Dukungan pemulihan dan cadangan DBMS secara otomatis menangani pemulihan dan pencadangan. Pengguna tidak perlu melakukan backup secara berkala karena hal ini ditangani oleh DBMS. Selain itu, juga mengembalikan database setelah kegagalan sistem atau crash untuk mencegah kondisi sebelumnya. Membantu pengambilan keputusan yang lebih baik Data yang dikelola dengan lebih baik dan akses data yang lebih baik memungkinkan untuk menghasilkan informasi dengan kualitas yang lebih baik, yang menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih baik. Kualitas informasi yang dihasilkan tergantung pada kualitas data yang mendasarinya. Kualitas data adalah pendekatan komprehensif untuk mempromosikan akurasi, validitas, dan ketepatan waktu data. Meskipun DBMS tidak menjamin kualitas data, DBMS menyediakan kerangka kerja untuk memfasilitasi inisiatif kualitas data, Modifikasi yang mudah Sistem dapat dimodifikasi dengan mudah menggunakan DBMS untuk menghasilkan perubahan dalam organisasi. Data baru dapat dimasukkan tanpa merusak data yang sudah ada. Selain itu, aplikasi dapat diisolasi berdasarkan bagaimana data dikontraskan dan disimpan dalam DBMS. Baca Juga Database Definisi/Pengertian dan Tipe/Jenisnya Kekurangan DBMS Database Management System Meskipun sistem database menghasilkan keuntungan yang cukup besar dibandingkan pendekatan manajemen data sebelumnya, sistem database memang mempunyai kekurangan nya tersendiri juga, sebagai contoh Kompleksitas dalam hal manajemen Sistem basis data berinteraksi dengan banyak teknologi berbeda dan memiliki dampak signifikan pada sumber daya dan budaya perusahaan. Maka perubahan yang diperkenalkan oleh adopsi sistem database harus dikelola dengan baik untuk memastikan bahwa mereka membantu memajukan tujuan perusahaan. Mengingat fakta bahwa sistem database menyimpan data perusahaan penting yang diakses dari berbagai sumber, masalah keamanan harus terus-menerus dinilai dan dievaluasi. Adanya peningkatan biaya Sistem basis data membutuhkan perangkat keras dan perangkat lunak yang canggih dan personel yang sangat terampil. Ini membuat biaya pemeliharaan perangkat keras, perangkat lunak, dan personel yang diperlukan untuk mengoperasikan dan mengelola sistem basis data bisa sangat besar. Keandalan yang kurang kuat Sistem manajemen basis data lebih rentan terhadap kegagalan karena struktur lengkapnya bergantung pada basis data. Kerusakan apa pun pada basis data dapat menghentikan fungsi semua program aplikasi. Bahkan jika salah satu komponen mulai tidak berfungsi, kesalahan ini akan menghentikan seluruh operasi. Ukuran yang menyita tempat Kompleksitas dan luasnya fungsionalitas membuat DBMS menjadi perangkat lunak yang sangat besar, menempati banyak megabyte ruang disk dan membutuhkan sejumlah besar memori untuk berjalan secara efisien. Baca Juga Database-as-a-service DBaaS Kelebihan dan Kekurangannya Contoh Penerapan DBMS Database Management System Fungsi DBMS termasuk katalog yang dapat diakses pengguna yang menerapkannya. Beberapa diantaranya seperti sistem manajemen perpustakaan, abstraksi dan independensi data, keamanan data, pencatatan dan audit aktivitas, dukungan untuk otorisasi akses, pemulihan data, dan penegakan batasan untuk memastikan data mengikuti aturan yang ditentukan. Beberapa contoh penggunaan DBMS adalah Sistem perpustakaan terkomputerisasi Mesin teller otomatis Sistem reservasi penerbangan Sistem inventaris suku cadang yang terkomputerisasi, dan lain sebagainya. Baca Juga Tutorial Cara Export dan Import Database MySQL di Website Tipe/Jenis DBMS Database Management System Basis data adalah kumpulan arsip elektronik yang dapat diproses untuk menghasilkan informasi yang berguna. Data yang dikumpulkan kemudian dapat diakses, dimodifikasi, dikelola, dikendalikan, dan diatur untuk melakukan berbagai operasi pemrosesan data. Biasanya, data akan diindeks di seluruh baris, kolom, dan tabel yang membuat pemrosesan beban kerja dan kueri data menjadi efisien. Beberapa jenis atau database meliputi Berorientasi pada objek Object-oriented Relasional Didistribusikan Hirarki Jaringan Network, dan lain-lain Seiring waktu, model untuk sistem manajemen basis data telah banyak berubah. Perubahan yang cukup signifikan ini adalah bagian penting untuk memahami cara kerja berbagai opsi DBMS. Jenis paling awal dari sistem manajemen basis data terutama terdiri dari model hierarki dan jaringan yang kini semakin berkembang dengan berbagai model dan tipe yang tentunya juga mempunyai tujuan berbeda pula. Baca Juga Tutorial Cara Memperbaiki Tabel di Database MySQL yang Corrupt Kesimpulan dan Penutup Database adalah bermacam-macam data yang terhubung yang menggambarkan situasi dunia nyata. Untuk mengatasi demand dalam penyimpanan data, maka sebuah sistem database diimplementasikan untuk dikembangkan dan diisi dengan informasi spesifik untuk fungsi tertentu. Sistem manajemen basis data yang dikenal sebagai DBMS adalah perangkat lunak yang memelihara dan mengambil data untuk pengguna sambil mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Terdiri dari kumpulan aplikasi yang mengontrol database. DBMS menerima permintaan aplikasi dan mengarahkan sistem operasi untuk mengirimkan informasi yang diminta. Pengguna dapat mengembangkan database khusus mereka melalui sistem manajemen database DBMS. Adapun terminologi DBMS berkaitan dengan pengguna database serta program aplikasi lainnya yang pada dasarnya berfungsi sebagai antarmuka antara data dan program perangkat lunak atau software.
Kelebihan dan Kekurangan Penerapan Sistem Informasi Manajemen Tugas Individu Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen Dosen Dr. Ir. Arif Imam Suroso, CS. Disusun Oleh Arif Harmano 2015 PENDAHULUAN Latar Belakang Pengembangan teknologi informasi hari ini begitu masif dan cepat. Kemudahan-kemudahan yang di hasilkan dalam pengembangan teknologi informasi ini membuat seluruh proses yang tadinya berbelit-belit dan panjang dapat di pangkas dalam waktu yang relatif lebih TI dalam berbagai aspek kegiatan bisnis dapat dipahami karena sebagai sebuah teknologi yang menitikberatkan pada pengaturan sistem informasi dengan penggunaan komputer, TI dapat memenuhi kebutuhan informasi dunia bisnis dengan sangat cepat, tepat waktu, relevan, dan akurat Wilkinson dan Cerullo,1997. Semua hal ini juga berlaku dalam melakukan transaksi perbankan, yang meliputi penyimpanan dana, proses pemindahan dana atau pun proses tarik tunai. Hampir setiap nasabah perbankan melakukan aktivitas perbankan mereka dengan menggunakan kemudahan yang disediakan oleh Bank, seperti pengambilan uang melalui ATM, layanan kartu debit, kartu kredit, atau yang lainnya. Bahkan nasabah seperti mememiliki cabang di tangan mereka sendiri. Penyediaan kemudahan dan layanan seperti itu secara tidak resmi memang menjadi seperti suatu keharusan bagi Bank yang berorientasi ritel dewasa ini. Bahkan nasabah yang bersifat korporasi ataupun nasabah institusi pemerintahan juga berorientasi pada kemudahan melakukan transaksi perbankan. Dalam memenuhi tuntutan' kemudahan tersebut yang diterjemahkan sebagai layanan kepada nasabahnya, tentunya Bank juga dituntut untuk mengutamakan faktor keamanan bertransaksi dengan menggunakan layanan tersebut. Salah satu faktor penting dalam memenuhi tuntutan pengamanan ini adalah dalam hal penyediaan teknologi kartu yang digunakan. Banyak kita temui bahwa penerapan sistem informasi yang dikembangkan oleh perusahaan atau perbankan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal bagi pengembangan bisnis atau kurang dapat mendukung perbaikan operasional perusahaan sebagaimana harapan awal dikembangkannya tehnologi informasi pada perusahaan tersebut, sementara biaya investasi untuk pengembangan tehnologi informasi telah dikeluarkan dengan budget yang sangat besar. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan dalam penerapan tehnologi informasi pada suatu organisasi perusahaan. Tujuan dan Rumusan Masalah Tujuan dari penulisan makalah ini mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan atau kesuksesan dalam implementasi sistem informasi pada perbankan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sistem Informasi Sistem informasi adalah sebuah sistem informasi yang mempunyai fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik Turban, McLean, dan Wetherbe, 1999. Selain itu Sistem informasi Manajemen SIM adalah serangkaian sub sistem informasi yang terintergrasi dan mampu mentransformasi data, sehingga dapat menyediakan informasi untuk mendukung kegiatan operasional, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dari suatu organisasi dan berdampak akhir pada meningkatkan produktivitas dari perusahaan. . Fungsi Sistem Informasi Sistem informasi seyogyanya mendukung strategi bisnis organisasi, proses bisnis, struktur dan budaya organisasi khususnya dalam lingkungan bisnis yang dinamis Silver,M., Markus and Cynthia 1995. Fungsi sistem informasi setidaknya mencakup a. Mendukung kesuksesan berbagai fungsi utama bisnis seperti akuntasi, finance, manajemen operasi, pemasaran dan manajemen sumber daya manusia. b. Kontributor utama dalam mendukung efisiemsi kegiatan operasional, produktifitas dan moral SDM, pemberian layanan prima pada customer dan kepuasan customer. c. Sumber Informasi utama bagi manajer dalam mendukung proses pengambilan keputusan yangefektif d. Bagian yang penting dari upaya pengembangan produk dan jasa yang kompetitif sehingga dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi organisasi dalam persaingan global. e. Bagian utama dari sumberdaya organisasi dan biayanya dalam menjalankan bisnis sehingga memerlukan pengelolaan sumberdaya yang prima. f. Kesempatan pengembangan karier yang dinamis dan menantang bagi jutaan pria dan wanita. Type Sistem Informasi Menurut O'Brien, terdapat beberapa tipe sistem informasi, yaitu 1. Sistem Informasi Penunjang Kegiatan Operasional Operation Support System. a. Sistem Pengolahan Transaksi Transaction Processing System b. Sistem Pengendalian Proses Process Control System c. Sistem Otomatisasi Kantor Office Automation System 2. Sistem Informasi Pengambilan Keputusan Management Support System. a. Sistem Informasi Pelaporan Management Information System b. Sistem Penunjang Keputusan Decision Support System c. Sistem Informasi Eksekutif Executive Information System 3. Other Systems a. Expert systems b. Knowledge Management Systems c. Strategic Information Systems. Aspek Keprilakuan Behavioral Aspect dalam Penerapan Teknologi Informasi Menurut Bodnar dan Hopwood 1995 ada tiga hal yang berkaitan dengan penerapan TI berbasis komputer yaitu ; a Perangkat keras hardware; b Perangkat lunaksoftware c Pengguna brainware. Ketiganya elemen tersebut saling berinteraksidan dihubungkan dengan suatu perangkat masukan keluaran input-output media, yang sesuai dengan fungsinya masing-masing. Perangkat keras Hardware adalah media yang digunakan untuk memproses informasi. Perangkat lunak atau software yaitu sistem dan aplikasi yang digunakan untuk memproses input untuk menjadi informasi, sedangkan pengguna brainware merupakan hal yang terpenting karena fungsinya sebagai, pengembang hardware dan software, serta sebagai operator input dan sekaligus penerima output sebagai pengguna sistem atau user. Pengguna sistem adalah manusia yang secara psikolog memiliki suatu prilaku tertentu yang melekat pada dirinya, sehinggaa spek keprilakuan dalam konteks manusia sebagai pengguna brainware TI menjadi penting sebagai faktor penentu pada setiap orang yang menjalakan TI BAB III PEMBAHASAN Penerapan Sistem Informasi Manajemen pada Perbankan Sistem informasi manajemen merupakan faktor utama yang sangat penting bagi perbankan, Sistem tehnologi informasi pada industri perbankan telah berkembang sangat pesat dimana penggunaan tehnologi informasi telah menyentuh seluruh aktivitas operasional dan bisnis di setiap lapisan jenjang pekerjaan. Bermacam-macam tehnologi informasi telah digunakan baik untuk mendukung operasional, pengembangan produk maupun untuk mendukung pengambilan keputusan manajerial. Aplikasi Teknologi Informasi Dalam Bidang Perbankan antara lain 1. Penunjang Operasional Core Banking Online Real Time. 2. Aplikasi Operasional Pembukaan Rekening. 3. Aplikasi pelaporan 4. ATM 5. Phone Banking 6. Internet Banking 7. SMS/m-Banking 8. E-Cash atau uang elektronik Dan masih banyak lagi aplikasi-aplikasi tehnologi informasi yang digunakan pada industri perbankan yang sangat kompleks sehingga dapat dikatakan industri perbankan adalah merupakan industri yang disetiap aktivitasnya menggunakan basis sistem informasi tehnologi. Tetapi hal yang perlu diperhatikan bahwa penggunaan tehnologi informasi yang bermacam-macam sesuai fungsi dan penggunaannya pada industri perbankan tidak jarang merupakan tehnologi informasi yang tidak atau kurang terintregasi satu sama lain yang menyebabkan kurang optimalnya penerapan tehnologi informasi tersebut karena masing-masing aplikasi menggunakan basis tehnologi informasi yang berbeda-beda. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Penerapan Sistem Informasi Manajemen Seperti telah dijelaskan pada sebelumnya bahwa Teknologi informasi berperan sebagai alat yang dapat menyediakan informasi untuk mendukung kegiatan operasional, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dari suatu organisasi dan berdampak akhir pada meningkatkan produktivitas dari perusahaan. Selain itu Faktor manusia akan sangat menentukan kebaikan dan kegunaan teknologi tersebut. Untuk itu, pengembangan sistem informasi membutuhkan suatu teknik dan perencanaan yang baik agar sistem yang dikembangkan tersebut dapat berjalan dan berfungsi secara efektif dan efisien serta tidak mengalami kegagalan. Terdapat beberapa faktor penentu kegagalan dan keberhasilan dari implementasi sistem informasi di suatu perusahaan O'Brien, 2005. 1. Keterlibatan End User Tidak jarang tehnologi informasi yang digunakan tidak sesuai dengan proses bisnis yang terjadi dilapangan sehingga tehnologi informasi kurang bermanfaat. Dikarenakan kurangnya peran aktif dari user atau pengguna yang kurang efekltif. 2. Dukungan Manajemen Eksekutif Dukungan manajemen eksekutif merupakan faktor penting untuk proses keberhasilan dalam penerapan sistem tehnologi informasi yang akan digunakan oleh organisasi perusahaan karena akan berperengaruh kepada konsistensi penerapan tehnologi informasi tersebut, tidak jarang tehnologi informasi yang telah dikembangkan dengan biaya yang sangat besar dan menggunakan tehnologi paling mutahir sekalipun namun tidak dimanfaatkan dengan baik karena kurangnya dukungan manajemen eksetukitf dalam implementasinya dan beralih kepada tehnologi informasi yang lain. 3. Kejelasan Pernyataan Kebutuhan Antara penyedia jasa tehnologi informasi vendor dengan user perusahaan pengguna tidak tercapai titik temu dalam merumuskan tehnologi informasi yang tepat yang dapat digunakan oleh user perusahaan pengguna sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik operasional perusahaan pengguna tehnologi informasi tersebut. Hal ini dapat disebabkan oleh ketidakjelasan dalam pernyataan kebutuhan akan tehnologi informasi seperti apakah yang dibutuhkan oleh perusahaan sehingga menyebabkan tehnologi informasi yang telah dibeli kurang dapat diaplikasikan secara optimal dalam mendukung operasional maupun bisnis perusahaan. Namun tidak jarang ketergantungan user perusahaan pengguna dalam implementasi tehnologi informasi kepada vendor sangat besar dan memerlukan biaya yang besar pula untuk penyempurnaan maupun pengembangannya agar tehnologi informasi tersebut benar-benar dapat digunakan secara optimal. 4. Perencanaan Yang Matang dan Tepat Perencanaan strategic yang matang dan tepat dalam penggunaan tehnologi informasi merupakan faktor yang sangat penting dalam implementasi sistem informasi tehnologi yang akan digunakan. Dengan demikian perusahaan akan dapat menentukan arah kebijakan tehnologi informasi yang tepat dalam rangka mendukung operasional, pengembangan bisnis maupun upaya memenangkan persaingan bisnis dan menciptakan competitif adventage dari penerapan tehnologi informasi tersebut. 5. Harapan yang Realistik Setiap organisasi perusahaan mengharapkan bahwa dalam penerapan sistem informasi tehnologi yang akan memberikan nilai tambah yang lebih baik dibandingkan sebelum digunakannya sistem informasi tehnologi, tidak jarang tehnologi informasi yang telah dibeli dengan biaya yang sangat besar kurang sesuai dengan harapan perusahaan dalam rangka meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan, menunjang pengembangan bisnis maupun menciptakan kompetitif adventage bagi perusahaan. Faktor yang Mempengaruhi Kegagalan Penerapan Sistem Informasi Manajemen 1. Kurangnya Input dari End User 2. Tidak Lengkapnya Pernyataan Kebutuhan dan Spesifikasi serta Senantiasa Berubah-ubah 3. Kurangnya Dukungan Manajemen Eksekutif 4. Inkompentensi Tehnologi Kemudahan Penggunaan yang dipersepsikan Perceived ease ofuse Davis, 1989 mendefinisikan kemudahan penggunaan easeof use sebagai suatu tingkatan dimana seseorang percaya bahwa komputer dapat dengan mudah dipahami. Menurut Goodwin 1987; Silver 1988; dalam 1992 ,intensitas penggunaan dan interaksi antara pengguna user dengan sistem juga dapat menunjukkan kemudahan penggunaan. Sistem yang lebih sering digunakan menunjukkan bahwa sistem tersebut lebih dikenal, lebih mudah dioperasikan dan lebih mudah digunakan oleh definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kemudahan penggunaan akan mengurangi uha baik waktu dan tenaga seseorang didalam mempelajari komputer. Perbandingan kemudahan tersebut memberikan indikasi bahwa orang yang menggunakan TI bekerja lebih mudah dibandingkan dengan orang yang bekerja tanpa menggunakan TI secara manual. Pengguna TI mempercayai bahwa TI yang lebih fleksibel, mudah dipahami dan mudah pengoperasiannya compartible sebagai karakteristik kemudahan penggunaan. 1989 memberikan beberapa indikator kemudahan penggunaan TI antara lain meliputi 1 Komputer sangat mudah dipelajari, 2 Komputer mengerjakan dengan mudah apa yang diinginkan oleh pengguna 3 Keterampilan pengguna bertambah dengan menggunakan komputer 4 Komputer sangat mudah untuk dioperasikan. Untuk variabel kemudahan pemakaian, Iqbaria 1994 juga telah menguji dalam studinya apakah penerimaan penggunaan mikro komputer dipengaruh ioleh kemudahan penggunaan yang diharapkan oleh sipengguna atau karena tekanan sosial. Temuan studi Iqbaria 1994 membuktikan bahwa TI digunakan bukan mutlak karena adanya tekanan sosial, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan TI bukan karena adanya unsur tekanan, tetapi karena memang mudah digunakan. Berdasarkan telaah teoritis dan hasil-hasil pengujin empiris diatas, dapat disimpulkan bahwa penerimaan penggunaan TI juga turut dipengaruhi oleh kemudahan penggunaan TI, ini merupakan refleksi psikologis pengguna yang lebih bersikap terbuka terhadap sesuatu yang sesuai dengan apa yang dipahaminya dengan mudah. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN Penggunaan sistem tehnologi informasi merupakan hal yang sangat penting dan mutlak dilakukan oleh setiap organisasi perusahaan terutama industri perbankan yang sarat dengan teknologi informasi dalam setiap aktivitas operasional maupun pengembangan bisnisnya. Budaya Perusahaan dan perilaku karyawan end user merupakan faktor yang penting dalam pengembangan dan implementasi sistem informasi terhnologi yang digunakan perusahaan, sebaik apapun tehnologi informasi yang digunakan apabila tidak diikut dengan perubahan budaya dan perilaku pada penggunanya maka teknologi informasi yang digunakan akan menjadi kurang bermanfaat. Persepsi para personil orang-orang yang terlibat dalam implementasi sistem akan berpengaruh pada akhir suatu sistem, apakah sistem itu berhasil atau tidak, dapat diterima atau tidak, bermanfaat atau tidak jika diterapkan. Pada penerapannya sistem informasi tehnologi harus dilakukan secara baik dan hati-hati dengan memperhatikan perencanaan yang matang dan tepat, budaya perusahaan, perilaku karyawan dalam penggunaan tehnologi dll sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal bagi perusahaan pada industri perbankan. DAFTAR PUSTAKA O'Brien JA and George Marakas. 2009. Management Information System. Ninth Boston. Bodnar H George and Hopwood William. Accounting Information System, edisi bahasa Indonesia, oleh Amir Abadi Jusuf dan Rudi M Tambunan, buku satuedisi keenam,PenerbitSalemba Empat, Jakarta. O'Brien, James A. 2005. Introduction to Information Northern Arizona. Trisnawati " Pertimbangan prilaku dan faktor penentu keberhasilanpengembang sistem informasi " Jurnal kajian bisnis, edisi September ,Yogyakarta " Technology Acceptance Model TAM dan Theory of Planned BehaviorTPB, aplikasinya dalam pengunaansoftware auditoleh Auditor", JurnalRiset Akuntansi Indonesia September 332-354. Yogyakarta
Kemajuan informasi diberbagai bidang telah dirasakan manfaatnya didalam kehidupan sehari-hari, baik bidang yang dikelola oleh instansi pemerintah maupun swasta. Kemajuan tersebut mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembangunan nasional karena pembangunan yang dilakukan pada hakekatnya adalah merupakan suatu proses perubahan yang terus-menerus menuju pada perbaikan dan kemajuan,dimana saat ini telah menyentuh berbagai bidang. Kemajuan yang telah dicapai salah satunya yaitu bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan informasi saat ini memunculkan harapan yang dapat meningkatkan cara kerja yang efektif dan efisien. Dalam melaksanakan aktifitas pada instansi pemerintah maupun swasta dalam mengambil keputusan Salah satu kebutuhan dari organisasi swasta maupun pemerintah dalam penyediaan sarana informasi adalah informasi yang berbasis teknologi. Dimana system yang telah menggunakan komputerisasi memiliki tingkat kehandalan yang jauh lebih cepat serta lebih efisien dalam pengolahan data bila dibandingkan dengan system manual, sehingga kebutuhan akan adanya komputerisasi dalam pengolahan data sangatlah dibutuhkan. KELEMAHAN DAN KEUNTUNGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN A. Pengertian Sistem Informasi Suatu sistem dapat didefinisikan menjadi dua penekanan yaitu dengan menekankan pada prosedurnya dan menekankan pada komponen atau elemennya. Definisi sistem yang menekankan pada prosedurnya adalah“Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu”. Sedangkan definisi sistem yang menekankan pada elemennya adalah“Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.[1] Informasi merupakan sekumpulan data yang telah diproses menjadi bentuk yang lebih berarti bagi yang menerimanya, sehingga dapat digunakan sebagai pengambilan keputusan. Sumber informasi tersebeut adalah merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak dan tidak memiliki arti apapun, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Dari informasi yang akan dihasilkan harus memiliki kualitas informasi yang baik. Adapun kualitas informasi yang perlu diperhatikan diantaranya akurat, tepat waktu dan relevan. Pengertian Sistem Informasi Menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis bahwa sistem informasi dapat didefinisikan sebagai berikut “Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.”[2] B. Kelemahan dan Kebutuhan Sistem Informasi Analisis sistem merupakan langkah awal dalam pengembangan sistem dan merupakan pondasi yang menentukan keberhasilan sistem informasi yang dihasilkan. Tujuan utama dari analisis sistem informasi adalah menentukan kelemahan dari proses bisnis sistem yang lama sehingga dapat menentukan kebutuhan untuk sistem yang baru. Kelemahan Sistem Untuk mengidentifikasi masalah perlu dilakukan analisis terhadap sistem yang lama untuk mengidentifikasi kelemahan sistem tersebut. Dengan melakukan identifikasi pada sistem yang lama, diharapkan sistem baru akan mengalami peningkatan. Berikut kelemahan sistem dengan menggunakan kategori PIECES Performance, Information, Economy, Control, Eficiency, dan Service 1. Kinerja Performance Kinerja merupakan kemampuan dalam menyelesaikan tugas dengan cepat sehingga tujuan dapat segera tercapai. Pengukuran kinerja dapat diukur dari jumlah produksi Throughput dan waktu tanggap Response Time dari suatu sistem. Throughput adalah jumlah informasi yang dihasilkan dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan Response Time adalah waktu tunggu antara permintaan informasi dengan tanggapan yang dihasilkan oleh sistem adalah hasil analisisnya a. Throughput Dapat melayani 30-35 siswa dalam waktu 15-30 menit, karena guru harus mengetik nilai dan dicetak kemudian ditempelkan di papan pengumuman. b. Response Time Respon terhadap permintaan membutuhkan waktu yang cukup lama 15 sampai 20 menit, karena data masih tersimpan dalam bentuk arsip atau buku-buku yang setiap harinya mengalami penambahan data. 2. Informasi Information Informasi merupakan hal penting dalam suatu sistem yang sedang berjalan. Informasi dapat dikatakan berkualitas apabila informasi yang dihasilkan akurat, tepat waktu, dan relevan sesuai dengan yang diharapkan. Jika suatu sistem tidak dapat memberikan informasi dengan tepat dan akurat, maka sistem tersebut perlu dianalisa kembali untuk diketahui kekurangannya. a. Akurat Penyampaian informasi presensi, perilaku tata tertib, nilai dan pembayaran spp siswa yang diketahui orang tua sebelum akhir semester kemungkinan dari anak mereka. Dan ada kemungkinan anak mereka tidak jujur sehingga informasi tersebut yang didapatkan orang tua sudah tidak akurat lagi. b. Tepat Waktu Informasi data presensi dan nilai siswa didapatkan orang tua pada saat menerima hasil raport siswa diakhir semester. Sehingga mereka tidak dapat mengetahui langsung informasi presensi tiap bulan dan berapa nilai-nilai ujian anaknya yang didapatkan selama proses belajar mengajar di sekolah. c. Relevan Karena orang tua siswa tidak mendapatkan informasi nilai selama proses belajar mengajar maka informasi nilai yang dihasilkan kurang relevan bagi orang tua. 3. Ekonomi Economy Ekonomi merupakan penilaian sistem atas pengurangan dan keuntungan yang akan didapat dari sistem yang dikembangkan. Peningkatan terhadap kebutuhan ekonomis mempengaruhi pengendalian biaya dan peningkatan manfaat. a. Biaya Jumlah biaya yang dikeluarkan untuk menginfomasikan hasil nilai-nilai siswa yang secara manual membutuhkan biaya yang banyak, karena data nilai tersebut harus dicetak dan bahkan disalin sampai beberapa lembar. b. Manfaat Informasi yang disampaikan belum cukup jelas dan kurang lengkap sehingga manfaat yang diperoleh tidak sesuai atau sebanding dengan biaya yang dikeluarkan, karena masih bersifat arsip atau buku-buku. 4. Pengendalian Control Pengendalian dalam sistem sangat diperlukan keberdaannya, yaitu untuk menghindari dan mendeteksi secara dini terhadap penyalahgunaan atau kesalahan sistem, serta untuk menjamin keamanan data dan informasi yang ada. Dengan adanya pengendalian, maka tugas-tugas atau kinerja yang mengalami gangguan dapat teratasi. a. Tidak adanya proteksi terhadap data yang ada sehingga kehilangan data sering terjadi. b. Sulit dikontrol, karena informasi sudah tersebar lewat papan pengumuman atau lembaran data nilai yang diedarkan. 5. Efisiensi Efficiency Efisiensi berbeda dengan ekonomi, bila ekonomi berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan dengan pengeluaran atau biaya yang paling minimal, sedangkan efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber daya tersebut digunakan dengan optimal. Komoditas yang akan dinaikkan atau diturunkan dapat berupa manusia, uang, waktu, atau sumber daya lainnya. a. Pengendalian terhadap hak akses Untuk pembuatan laporan yang akan diberikan kepada orang tua siswa sangat banyak, sedangkan data-data tersebut belum tersusun dengan jelas dan masih banyak yang terpecah-pecah sehingga akan membutuhkan sumber daya manusia yang banyak. 6. Pelayanan Service Analisis ini berhubungan dengan pelayanan yang lebih baik, yang diberikan oleh sistem. Analisis pelayanan ini diberikan tinjauan sejauh mana kemudahan yang diberikan sistem yang diterapkan untuk menyelesaikan pekerjaan, kemudahan untuk memperoleh data serta dapat menghasilkan informasi yang cepat dan tepat. a. Pelayanan Pelayanan yang diberikan sekolah untuk orang tua siswa dalam hal menginformasikan data presensi, pelanggaran tata tertib dan nilai ujian siswa masih orang tua hanya mendapatkan langsung dari laporan hasil pendidikan diakhir semester.[3] Kebutuhan Sistem Dalam perancangan sistem infomasi diperlukan perangkat teknologi pendukung yang memadai agar sistem berjalan dengan baik serta dapat diperoleh informasi yang lebih optimal dan tepat serta kualitas kerja agar lebih meningkat. Analisis kebutuhan sistem bertujuan untuk memahami dengan sebenar-benarnya kebutuhan dari sistem baru dan mengembangkan sebuah sistem yang mewadahi kebutuhan tersebut. Analisis kebutuhan sistem terdiri dari kebutuhan fungsional dan nonfungsional. 1. Kebutuhan Fungsional Kebutuhan fungsional merupakan jenis kebutuhan yang berisi proses-proses apa saja yang nantinya dilakukan oleh sistem. Kebutuhan fungsional juga berisi layanan informasi apa saja yang perlu disediakan oleh sistem, bagaimana sistem menerima dan mengolah masukan, dan bagaimana sistem mengatasi situasi- situasi tertentu. Berikut kebutuhan fungsional pada Sistem informasi kesiswaan a. Pengguna dapat melakukan pendataan siswa, orang tua, guru, mata pelajaran, kelas, ujian, presensi, pelanggaran tata tertib, pembayaran spp dan nilai siswa. b. Sistem mampu memproses layanan informasi pesan sms yang diterima dari client dan dapat membalas pesan tersebut dengan mengirimkan pesan sms balasan sesuai data yang terdapat dalam database yang ada dikomputer server. 2. Kebutuhan Non-Fungsional Kebutuhan nonfungsional merupakan jenis kebutuhan yang berisi perilaku yang dimiliki oleh sistem. Perencanaan dan pengembangan sistem memiliki tujuan agar dapat memperoleh informasi yang lebih cepat dan tepat serta meningkatkan kualitas kerja. Kebutuhan teknologi atau peralatan yang diperlukan dalam pengembangan sistem terdiri dari a. Kebutuhan Perangkat Keras Hardware Analisis kebutuhan perangkat keras yang digunakan bertujuan untuk mengetahui secara tepat perangkat keras yang dibutuhkan oleh sistem. Perangkat keras yang dibutuhkan adalah peralatan yang mendukung dalam melakukan pengolahan data dan penyajian layanan informasi ke publik. Spesifikasi minimal perangkat keras hardware yang disyaratkan dalam implementasi sistem adalah Prosesor Intel P4 speed 3 GHz Harddisk Seagate 80 GB RAM Visipro 1– 2 GB Monitor Samsung 15” Keyboard + mouse Modem GSM Prolink HSPA b. Kebutuhan Perangkat Lunak Software Pada perancangan aplikasi yang berbasis SMS Gateway ini, perangkat lunak yang digunakan adalah Microsoft Windows XP Professional SP 2 sebagai sistem operasi. Untuk software aplikasi, menggunakan perangkat lunak yang dapat berjalan di sistem operasi Windows, yaitu Netbeans IDE sebagai program aplikasi untuk pemrograman Java, MySQL sebagai database server, XAMPP versi sebagai server untuk database MySQL, Mozilla Firefox sebagai web browser untuk menjalankan database MySQL dan Prolink HSPA Modem sebagai SMS Server. c. Kebutuhan Pengguna User Dalam pemanfaatan aplikasi berbasis SMS Gateway ini, berdasarkan manfaat kebutuhan pengguna dapat dibagi menjadi dua, yaitu Operator. Dalam implementasi sistem ini yang akan banyak mengoperasikan program aplikasi ini adalah operator yang telah diberikan wewenang oleh penanggung jawab/admin. Operator diberikan hak akses oleh admin untuk menjaga dan melindungi sistem aplikasi ini. Orang tua dan siswa sebagai client. Orang tua dan siswa sebagai client, merupakan user biasa yang menggunakan aplikasi tersebut untuk mengetahui informasi presensi, perilaku tata tertib, nilai dan pembayaran spp siswa melalui pengiriman SMS dari ponsel client ke modem GSM yang terhubung dengan komputer server. d. Kebutuhan Informasi Informasi merupakan output utama yang dihasilkan oleh sistem informasi tersebut. Informasi yang dihasilkan akan digunakan oleh para pengguna, yaitu Operator. Kebutuhan data atau informasi yang dibutuhkan operator, antara lain data siswa, data orang tua, data presensi siswa, data pelanggaran tata tertib siswa, data informasi pembayaran spp dan data nilai siswa. Sedangkan operator dapat melihat, menambah, dan mengubah dan menghapus data. Orang tua dan siswa sebagai client. Dalam hal ini, sistem informasi yang ada akan mempermudah orang tua maupun siswa untuk mengetahui informasi data presensi siswa, data perilaku tata tertib siswa, cek pembayaran spp siswa dan nilai-nilai siswa dengan melalui pesan layanan SMS. Penyampaian informasi tersebut dapat diakses oleh orang tua dan siswa setiap waktu dan dimanapun setelah data disimpan dalam database yang ada di komputer server.[4] C. Keuntungan Adanya sistem Informasi Kesiswaan Keuntungan-keuntungannya diantaranya yaitu Data-data administrasi Sekolah dan akademis Siswa, dikelola dan diarsipkan secara rapi. Penghemataan pemakaian kertas, tinta printer, dll. Penghemataan waktu dan biaya dalam mengirimkan pengumuman ke Orang tua dan Siswa. Mempercepat dalam memberikan layanan administrasi dan akademis kepada Orang tua dan Siswa. Pihak Sekolah dan Orang tua dapat berinteraksi/berkomunikasi secara maksimal/aktif dalam memonitoring perkembangan akademis Siswa. Orang tua menjadi lebih bertanggung jawab dalam memonitoring perkembangan akademis Siswa. Aplikasi terhubung dengan 3 pengguna yaitu Siswa, Guru dan Orang tua. Informasi disampaikan secara realtime, akurat dan lengkap. Informasi dapat dibaca/akses secara online dan offline. Keuntungan Bagi Sekolah & Guru SISKA memudahkan sekolah dalam mengelola data-data akademis dan memberikan informasi kegiatan akademis kepada Orang tua dan Siswanya. Logo Sekolah akan tampil di Halaman Login aplikasi. Nama Sekolah akan menjadi lebih bernilai tinggi. SISKA memudahkan guru dalam memberikan informasi kegiatan akademis seperti pengumuman, tugas, nilai tugas, jadwal pelajaran dan jadwal ujian kepada siswanya. SISKA memudahkan guru untuk mendapatkan informasi seperti pengumuman, daftar tugas, daftar nilai tugas, jadwal mengajar dan jadwal ujian. Keuntungan Bagi Orang Tua Wali Murid SISKA memudahkan orang tua untuk mendapatkan informasi pengumuman dan data-data akademis siswa dari pihak sekolah guru atau petugas sekolah. Orang tua dapat dengan cepat mengetahui perkembangan putra putrinya dalam hasil belajar, tugas dan ujian. Orang tua dapat segera memberikan motivasi dan pengawasan kepada putra putrinya, supaya meningkatkan intensitas belajarnya. Keuntungan Bagi Siswa SISKA memudahkan siswa untuk mendapatkan infomasi pengumuman, tugas, nilai dan mata pelajaran dari pihak sekolah. Siswa dapat dengan cepat mengetahui nilai ujian dan tugas, sehingga bisa segera meningkatkan intensitas belajarnya. Siswa dapat berinteraksi langsung dengan Guru, diluar Sekolah atau dimanapun Siswa berada. DAFTAR PUSTAKA Al Fatta, Hanif, Analisis & Perancangan Sistem Informasi Untuk Keunggulan Bersaing Perusahaan & Organisasi Modern, Yogyakarta Andi Offset, 2007. Jogiyanto HM, Analisis dan Desain Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis, Yogyakarta Andi Offset, 1990. Sismoro, H, Pengantar Logika Informatika, Algoritma, dan Pemrograman Komputer, Yogyakarta Andi Offset Andi, 2005. Tim Penelitian dan Pengembangan Wahana Komputer, Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Akademik berbasis SMS dengan Java, Jakarta Salemba Infotek, 2005. FOOTNOTE [1] Jogiyanto. HM, Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta Andi offset, 1990. hal. 1 [2] Jogiyanto. HM, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Yogyakarta Andi offset, 1990. hal 11 [3] Al Fatta, Hanif, Analisis & Perancangan Sistem Informasi Untuk Keunggulan Bersaing Perusahaan & Organisasi Modern, Yogyakarta Andi Offset, 2007. Hal. 15 [4] Sismoro, H, Pengantar Logika Informatika, Algoritma, dan Pemrograman Komputer, Yogyakarta Andi Offset Andi, 2005. Hal. 36
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tema Sistem Informasi Berbasis KomputerJudul Keunggulan Sistem Informasi Berbasis KomputerKeunggulan Sistem Informasi Berbasis Komputer Dalam berbagai aspek di dunia modern saat ini, tentu saja segala sesuatunya berkaitan dengan informasi, kita dapat mengetahui berbagai informasi dengan cepat dan mudah. Hal tersebut tidak lain dikarenakan oleh keberadaan sistem informasi berbasis komputer. Kita dapat memanfaatkanya dengan baik tentu saja jika kita dapat mengakses jaringan yang ada dalam sistem tersebut. Dewasa ini segala informasi terutama yang berbasis komputer tidak lepas dari internet, oleh karena itu untuk dapat menikmati manfaat dari sistem informasi berbasis komputer maka kita terlebih dahulu harus mengetahui cara mengakses internet, bahkan akan lebih baik lagi bila kita memiliki salah satu akun maupun salah satu jenis dari sosial media, karena hal tersebut juga akan memudahkan kita dalam mengakses informasi dari sistem informasi berbasis komputer itu sendiri. Setelah kita telah dapat mengakses internet dengan baik maka barulah kita dapat merasakan keunggulan dari sistem informasi berbasis komputer, keunggulan sistem informasi berbasis komputer diantaranya1. Lebih efisien dalam waktu maupun tempat. Sebab kita dapat mengakses informasi yang kita inginkan kapanpun dan dimanapun selagi kita terhubung dengan jaringan internet. Oleh karena itu dapat lebih efisien dalam waktu dan juga tidak memerlukan tempat yang luas dalam menyimpan informasi yang telah kita dapatkan, karena informasi yang telah kita akses dapat disimpan dalam bentuk Informasi yang diperoleh dapat diupdate dengan cepat. Karena pada dasarnya informasi online sangat mudah untuk diperbarui, oleh karena itu kita dapat dengan mudah update informasi yang kita butuhkan, bahkan walaupun informasi tersebut sedang Informasi yang diperoleh juga dapat dishare dengan lebih cepat dan mudah. Jika kita membutuhkan hubungan dengan pihak lain dan saling membutuhkan informasi, maka kita akan memperoleh kemudahan dengan adanya sistem berbasis komputer, karena kita dapat mebagikan informasi kita dengan pihak-pihak lain dengan lebih mudah. Kita tidak perlu repot-repot menulisnya kembali atau melakukan hal-hal lain yang bisa saja merepotkan. Kita hanya perlu mengklik share dan memilih kepada siapa informasi tersebut akan dibagikan. 4. Dapat menemukan informasi yang dibutuhkan dengan lebih mudah. Itulah salah satu keunggulan dari informasi yang telah tersistem. Karena dengan adanya sistem maka informasi yang disajikan akan lebih teratur dan tersusun dengan rapi sehingga memudahkan kita dalam mencari dan menemukan informasi yang kita Kita juga dapat dengan mudah menyimpan informasi-informasi terdahulu yang telah kita gunakan. Informasi yang telah kita gunakan biasanya juga masih berguna dimasa mendatang oleh karena itu biasanya kita masih menyimpanya sebagai arsip/kumpulan data yang suatu saat dapat kita gunakan lagi jika dibutuhkan. Oleh karena itu dengan adanya sistem informasi komputer maka kita dapat menyimpan informasi-informasi tersebut dengan mudah. Karena terdapat banyak hardware yang berfungsi sebagai penyimpan data, misalkan saja flashdisk, DVD, VCD maupun jenis komputer itu sendiri. Dan informasi tersebut akan tetap tersimpan dengan baik, selagi tidak kita hapus dan kondisi hardware penyimpanan terbebas dari virus. Lihat Inovasi Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Perancangan Sistem Informasi Manajemen JakShoots Berbasis Desktop dengan Java SE & MySQL Menggunakan Metode Rapid Application Development RAD[Tangsel, 5 Juni 2023] - JakShoots, sebuah perusahaan penyedia jasa fotografi terkemuka, dengan bangga mengumumkan perancangan dan pengembangan Sistem Informasi terbaru mereka, yang didesain berbasis desktop dengan menggunakan Java SE & MySQL serta menerapkan Metode Rapid Application Development RAD.Sistem Informasi JakShoots adalah sebuah aplikasi yang dirancang khusus untuk mempermudah pengelolaan dan pengawasan semua aspek bisnis fotografi. Dengan menggunakan teknologi Java SE, aplikasi ini memberikan antarmuka yang intuitif dan user-friendly kepada pengguna, memungkinkan mereka untuk mengelola data, melakukan analisis, dan mengambil keputusan yang lebih cerdas secara efisien. Salah satu keunggulan utama dari perancangan ini adalah penerapan Metode Rapid Application Development RAD. Metode ini memungkinkan tim pengembang JakShoots untuk menghasilkan prototipe aplikasi dengan cepat dan secara iteratif, mempercepat proses pengembangan dan penyesuaian aplikasi sesuai kebutuhan pengguna. Dengan demikian, JakShoots dapat secara fleksibel mengakomodasi perubahan dan memastikan aplikasi yang dikembangkan sesuai dengan harapan dan kebutuhan pengguna. Selain itu, dengan menggunakan basis data MySQL, aplikasi ini menawarkan keandalan dan keamanan yang tinggi dalam mengelola data pelanggan, pesanan, keuangan, dan lainnya. Database yang kuat ini memungkinkan pengguna untuk mengakses informasi secara cepat dan akurat, serta memberikan dukungan bagi pertumbuhan dan skalabilitas bisnis JakShoots di masa depan."Dengan rancangan baru Sistem Informasi JakShoots berbasis desktop, kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman pengguna yang unggul dan efisien," kata CEO JakShoots. "Metode Rapid Application Development RAD yang kami terapkan memungkinkan kami untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan bisnis dan kebutuhan pengguna. Kami percaya bahwa sistem baru ini akan membantu memperkuat posisi JakShoots sebagai perusahaan jasa fotografi terdepan di industri ini."JakShoots telah bermitra dengan tim pengembang perangkat lunak yang berpengalaman dan ahli dalam pengembangan aplikasi Java SE & MySQL. Mereka memiliki pengetahuan mendalam dalam membangun solusi yang inovatif dan terintegrasi dengan kebutuhan bisnis Sistem Informasi JakShoots berbasis desktop dengan Java SE & MySQL menggunakan Metode Rapid Application Development RAD telah memasuki tahap implementasi. JakShoots berharap bahwa sistem ini akan membawa manfaat yang signifikan bagi operasional bisnis mereka dan memperkuat posisi mereka di pasar jasa fotografi. Dok. pribadi Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
kelebihan dan kekurangan sistem informasi manajemen