TerimaKasih Sudah Mengunjungi Blog Saya banyak pilihan di sini dari cerita-cerita lucu,softwere yg mungkin anda butuhkan silahkan liat liat GAN!!Thank You Visit My Blog has been a lot of options here of funny stories, softwere Ansa who might need please see clay GAN!
BagaimanaMensyukuriNikmat Jatuh Cinta - Cinta Tak Pernah Salah - Ketika kita menyukai seseorang, kita semestinya sadar bahwa perasaan itu datang dari Allah SWT, jadi tidak perlu terlalu berlebihan. Berangkat pagi - pagi Cuma buat nungguin Doi masuk kelas, atau ngintipin Doi yang sedang bermain bola.
caracara pengurusan mayat. panduan qiamullail. pedoman beriktikaf. nama pilihan lelaki. nama pilihan perempuan. 16 tanda kematian mulia. 11 jenis manusia didoa malaikat kewajipan mencintai keluarga nabi s.a.w.
Menjadiwadah mencari pahala dan saham akhirat untuk menyediakan diri dan keluarga untuk berjumpa dengan Allah, tanda memenuhi perjuangan, amanah dan bukti cinta pada Allah. Tidak ketinggalan dengan ibadah fardhu ain dan ibadah sunat yang lain yang menjadi teras utama kuntuman bunga cinta Allah yang mekar di hati antum semua.
2017Jul 25 - Explore Rina Ariyani's board "islamic wedding quotes " on Pinterest. See more ideas about motivasi, agama, kutipan. In islam we don't have karma,we have Kifarah ..Allah is not unfair and Allah is best patient <3. Alhumdulillah Quotes . Allah Loves You. Stay Positive Quotes .
Apabila akhir umat ini melaknat (generasi) awalnya, maka hendaklah orang-orang yang mempunyai ilmu pada ketika itu menzahirkan ilmunya, sesungguhnya orang yang menyembunyikan ilmu pada waktu tersebut seumpama seseorang yang menyembunyikan apa yang telah diwahyukan kepada (Sayyidina) Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam!!!
. Jamaah Shalawat Barzanji PP. Miftahul Huda Dok. PPMH“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” QS. Al-Ahzab [33] 56.Perintah Membaca Shalawat untuk Nabi Muhammad tidak hanya kita saja yang bershalawat untuk Nabi. Allah swt. dan malaikat-malaikat-Nya juga bershalawat untuk nabi. Allah bershalawat kepada nabi Muhammad saw. untuk memberinya rahmat, sedangkan para malaikat bershalawat untuk memintakan ampunan untuk nabi. Kita sebagai orang-orang yang beriman diperintah oleh Allah swt. untuk bershalawat kepada nabi Muhammad saw. dan mengucapkan salam penghormatan kepadanya, yakni dengan cara berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan perkataan Allahumma shalli ala sayyidina cinta kita yang pertama dan utama sebagai orang beriman adalah kepada Allah swt., tuhan alam semesta yang memiliki asmaul husna nama-nama yang mulia. Hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf [7] ayat 180 yang artinya “Hanya milik Allah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” Bukti cinta kepada Allah swt. adalah dengan kita bertaqwa kepada-Nya serta banyak berdzikir dengan menyebut dan yang kedua adalah cinta kita kepada Rasulullah saw. Mencintai Nabi berarti pula mencintai ajaran-ajaran beliau serta mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kalau kita mencintai seseorang maka nama orang tersebut akan sering kita sebut-sebut, tak jarang pula kita mimpikan. Begitu pula kalau kita cinta kepada Nabi saw., shalawat serta dan ketaatan menjalankan ajaran-ajarannya menjadi bukti bahwa kita benar-benar swt. sangat mencintai nabi Muhammad saw. Nama nabi Muhammad saw. disebut-sebut-Nya dalam Al-Qur’an, bahkan diperkenalkan jauh sebelum kelahirannya. Nabi adam as. bertaubat dan memohon ampun kepada Allah setelah melakukan dosa memakan buah khuldi. Dosa beliau baru diampuni setelah beliau bermunajat dan berwasilah menggunakan nama nabi Muhammad swt. berfirman dalam Al-Qur’an surat Ash-Shaff [61] ayat 6 yang artinya “Dan ingatlah ketika Isa ibnu Maryam berkata Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan datangnya seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad Muhammad.”Keutamaan Membaca Shalawat untuk Nabi Muhammad nabawiyah banyak sekali menerangkan keutamaan pembacaan shalawat nabi yang tentu tidak diragukan lagi. Banyak orang yang telah membuktikan manfaat pembacaan shalawat untuk nabi Muhammad saw. tersebut. Diantara keutamaan-keutamaan tersebut adalahMendapat Rahmat dari Allah shalawat pada nabi merupakan pintu terbukanya rahmat di dunia dan akhirat. Di dunia, orang yang membaca shalawat akan senantiasa dinaungi perlindungan khusus dari nabi saw. Diberitakan dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr bin Ash. Bahwasannya ia mendengar rasulullah saw. bersabda ”Barang siapa yang membaca satu kali shalawat untukku, maka Allah akan menurunkan rahmat untuknya.” HR. Muslim. Rasulullah saw. juga bersabda “Telah datang untukku utusan tuhanku dan memberi tahu Siapa yang membaca shalawat untukku dari umatku satu kali, maka Allah akan mencatat untuknya sepuluh kebaikan, dan menghapus daripadanya sepuluh dosa, dan dinaikkan sepuluh derajat, dan dijawab atasnya sesuai dengan shalawatnya.” HR AhmadSyaikh Muhammad bin Alwi bin Abbas Al Maliki Al Makki Al Hasany menyatakan dalam Khashaish al-Ummah al-Muhammadiyah tentang rahmat yang didapatkan oleh umat nabi Muhammad di akhirat kelak. Jika umat rasul yang lain dibagi menjadi golongan beriman dan tidak beriman, maka umat Muhammad terbagi menjadi tiga golongan yaitu pertama, orang yang dzalim pada dirinya sendiri; kedua, golongan yang melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan, tapi terkadang melakukan hal-hal yang dibenci; ketiga, orang yang mendahului berbuat kebaikan yaitu orang yang melaksanakan kewajiban dan meninggalkan yang haram, makruh, bahkan Dosa dan Penyuci DiriAt-Taimi meriwayatkan bahwa nabi Muhammad saw. bersabda “Bacalah shalawat untukku maka bacaan shalawat untukku itu menjadi penebus dosamu, dan kesucian untuk dirimu, maka siapa yang membaca shalawat untukku satu kali, Allah bershalawat padanya sepuluh kali.”Abu Bakar ra. berkata “Membaca Shalawat pada Rasulullah saw. lebih kuat menghapus dosa daripada air terhadap api, dan mengucap salam pada Rasulullah saw. itu lebih utama dari memerdekakan budak, dan cinta pada Rasulullah saw. itu lebih utama daripada mengorbankan jiwa dan daripada memikul pedang fi sabilillah.”Perlindungan Dunia AkhiratAth-Thabrani meriwayatkan hadits yang hampir mirip dengan yang diriwayatkan oleh Ahmad. Rasulullah saw. bersabda “Siapa yang membaca shalawat untukku satu kali, Allah bershalawat untuknya sepuluh kali, dan siapa yang membaca untukku sepuluh kali Allah bershalawat untuknya seratus kali, dan siapa yang bershalawat untukku seratus kali maka Allah akan menulis diantara kedua matanya kebebasan dari nifak dan kebebasan dari api neraka, serta ditempatkan pada hari kiamat bersama orang-orang mati syahid.” HR. Ath-ThabraniOrang yang beriman diperintahkan untuk melatih diri agar terbebas dari sifat-sifat munafik. Hal itu dapat diupayakan dengan cara sering mengingat Allah dan rasul-Nya. Orang munafik yang hatinya berpenyakit bukanlah termasuk golongan orang-orang beriman maupun orang-orang jahiliah. Namun kedudukan mereka sangat rendah di hadapan Allah bin Samirah meriwayatkan hadits dari Said bin Musayyib tentang mimpi Rasulullah saw. “Saya melihat seorang diantara umatku merangkak diatas shirat jembatan dan kadang-kadang berpegangan lalu shalawatnya untukku datang dan membantunya berdiri dengan kedua kakinya lalu menyelamatkannya.”Dalam sabda lain dikatakan “Perbanyaklah membaca shalawat untukku, karena shalawatmu padaku itu menyebabkan pengampunan dosa-dosamu. Dan mintalah kepada Allah untukku derajat wasilah, maka sesungguhnya wasilahku dihadapan tuhan itu akan berupa syafaat bagi kamu.” HR. Ibnu AsakirDalam pandangan para sufi ada beberapa tingkatan alam. Tingkatan alam tersebut adalah alam nasut, alam malakut, dan alam jabarut. Dalam diri manusia tergabung dua alam sekaligus yakni alam nasut dan alam malakut. Manusia ditarik ulur oleh kedua alam tersebut. Apabila ditarik kedalam alam nasut, ia akan sibuk dengan materi sehingga semakin terlepas dari alam yang sedang membaca shalawat nabi tubuhnya memang berada di alam nasut, namun ruhnya telah naik ke alam malakut. Semakin sering membaca shalawat nabi maka akan semakin dalam memasuki alam malakut dan meninggalkan alam nasut. Orang yang sedang membaca shalawat nabi berarti telah bertawasul kepada Allah swt. melalui rasulullah saw. yang pasti mendengarnya. Rasul berjanji akan memberi syafa’at kepada orang yang membaca shalawat untuknya besok di dan Diingat oleh Rasulullah orang yang membaca shalawat akan disebut-sebut dan diingat-ingat oleh Rasulullah saw. Rasulullah saw. bersabda “Sesungguhnya shalawat kalian akan diperdengarkan kepadaku.” Sabda Rasulullah yang lain “Sesungguhnya Allah mewakilkan malaikat dikuburku yang menyampaikan kepadaku salam dari umatku.”Shalawat merupakan bukti cinta kepada rasulullah saw., sudah barang tentu rasulullah saw. pasti mendengar shalawat kita dan meyebut-nyebut serta mengingat kita karena kita bershalawat kepadanya. Dengan begitu akan terjalin hubungan saling mencintai antara kita denga Rasulullah rasulullah saw. kepada umatnya tidak bisa dibandingkan dengan cinta kita kepadanya. Rasulullah ketika nyawa hampir melewati tenggorokannya masih menyempatkan menyebut-nyebut ummatnya, “ummati… ummati… ummati.”Mendapatkan Pujian yang Baik dari Allah yang membaca shalawat untuk Nabi Muhammad saw. akan mendapatkan pujian yang baik dari Allah diantara penghuni langit dan bumi, karena orang yang bershalawat berarti memohon kepada Allah agar memuji, menghormati dan memuliakan rasul-Nya. Balasan untuknya sama dengan yang ia mohonkan yakni pujian kehormatan dan kemuliaan seperti apa yang diperoleh Rasul-Nya. Tentu masih banyak lagi fadhilah lain yang dapat kita peroleh dengan membaca shalawat untuk nabi Muhammad Tidak BershalawatAbu Hurairah berkata Rasulullah saw. bersabda “Celakalah seseorang yang jika namaku disebut disisinya ia tidak bershalawat untukku. Celakalah seseorang yang jika ia memasuki bulan Ramadlan kemudian keluar sebelum diampuni. Celakalah seseorang yang kedua orang tuanya telah tua tetapi keduanya tidak memasukkannya ke dalam surga.” HR. Tirmidzi dan Bazzar.Ungkapan yang pertama “celakalah seseorang yang jika namaku disebut disisinya ia tidak bershalawat untukku” bisa dibandingkan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib, dari rasulullah saw. “Orang yang paling bakhil adalah seseorang yang jika namaku disebut ia tidak bershalawat untukku.” HR. Nasa’i, Tirmidzi, Thabrani.Mengapa orang tersebut dikatakan bakhil? Ia tidak mau mengucapkan shalawat kepada Rasulullah, padahal membaca shalawat itu sangatlah ringan, apalagi jika kita sudah terbiasa membacanya. Mengapa pula orang tersebut dikatakan celaka? Ia tidak mendapatkan keutamaan dan keuntungan apapun dari pembacaan shalawat nabi. Tentulah orang seperti ini akan benar-benar merugi karena enggan membaca shalawat bacaan shalawat menghasilkan energi yang dapat kita rasakan, ada beberapa hal yang harus kita lakukan, yakniKita harus benar-benar menanamkan raca cinta yang murni kepada baginda rasulullah saw. Apabila kita benar-benar jujur mencintai rasulullah saw., kita akan berupaya mencari tahu segala sesuatu tentang beliau, seperti kehidupan kepribadiannya, kehidupan dalam membina keluarga, keistiqamahan dalam menjalankan sunnah-sunnahnya, dan lain mencintai Al-Qur’an dengan cara melanggengkan budaya membaca Al-Qur’an, berusaha untuk menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an, merenungkan makna dari ayat-ayat Al-Qur’an, serta mempraktikkan dalam kehidupan shalawat dengan penuh keyakinan. Diharapkan kita merasa yakin bahwasannya dengan membaca shalawat cepat atau lambat akan membawa manfaat dan keutamaan di dunia maupun di akhirat bagi saat ini adalah bulan Rabiul Awal, marilah kita sama-sama memperingati kelahiran nabi saw., sambil memperbanyak bacaan shalawat pada nabi Muhammad saw. Selain itu, kita harus meningkatkan keyakinan kita bahwa rasulullah saw. adalah suri tauladan sepanjang zaman. Jikalau kita ikut dalam tuntunan beliau insyaallah kita akan selamat dunia dan akhirat. Langkah kita akan mantap dan hati pun senantiasa disaputi kita termasuk umatnya yang mendapat syafaat di hari akhir nanti. Shallu alan nabiy wa ala aalihi. Wallahu a’lam bissowab. * Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
ان الحمد لله الذى أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله. أرسله بشيرا ونذيرا وداعيا الى الله باذنه وسراجا منيرا. أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له. شهادة اعدها للقائه ذخرأ. واشهد ان محمدا عبده و رسوله. ارفع البرية قدرا. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى أله وأصحابه وسلم تسليما كثيرا. أما بعد. فياأيها الناس اتقوالله حق تقاته ولاتموتن الا وأنتم مسلمون. Hadirin Jamaah Jum’at RahimakumullahDalam kesempatan yang mulia ini, marilah kita terus-menerus meningkatakan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt., dengan melaksanakan segala perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya, sebab hanya degan iman dan taqwa yang sesungguhnya, kebahagiaan dan keselamatan dunia sampai akhirat akan kita miliki. Mudah-mudahan kita termasuk dalam golongan hamba Allah yang mendapat rida-Nya dan senantiasa dalam rahmat sertalindungan-Nya, bahagia dunia dan akhirat, Jamaah Jum’at RahimakumullahKita telah memasuki bulan yang bersejarah yakni bulan dimana Rasulullah Saw. Dilahirkan, Rasul pembawa ajaran terkhir, yang mengeluarkan manusia dari gelap gulita kekafiran dan menyelamatkannya dari tepi jurang neraka. Unuk itu sudah seharusnya kita tergugah untuk memperingatinya dengan bentuk amal saleh sebagai ungkapan cinta kita kepada Rasulullah umat Muhammad Saw. yang mencintai beliau, sudah sepantasnya jika hari kelahiran baginda Nabi Saw. Ini, kita merayakan dan memperingatinya dengan kegiatan yang sesuai dengan anjuran syariat Islam sebagai bukti cinta kita kepada beliau. Dan bukan sebalaiknya, memperingati maulid dengan kemaksiatan dan kemungkaran yang bertolak belakang, kata cinta kepada beliau. Peringatan malid Nabi hendaklah dijadikan momentum penyelenggaraan kecintaan dan ketaatan pada ajaran yang di bawa oleh beliau. Allah Swt. Berfirman قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُوني يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَ اللهُ غَفُورٌ رَحيمٌ قُلْ أَطيعُوا اللهَ وَ الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللهَ لا يُحِبُّ الْكافِرينَ Artinya “katakanlah, jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ Katakanlah, Taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang kafir.” QS. Ali-Imron 31-32 Hadirin Jamaah Jum’at RahimakumullahManifestasi cinta kepada Rasulullah Saw. Agaknya memerlukan penyelenggaraan kembali pada akhir-akhir ini, sebab merupakan tuntunan ajaran agama yang harus dijaga kemurniannya, jangan sampai diarahkan kepada hal-hal yang menyimpang. Hal ini penting untuk diingat, sebab pada akhir-akhir ini terliahat gejala-gejala yang perlu mendapat perhatian dan pelurusan, diantarnya, bentuk kegiatan peringatan maulid yang hanya sekedar kegiatan rutinitas untuk menghabiskan anggaran biaya yang sangat besar tanpa disemangati kecintaan kepada Rasulullah,sehingga bentuk-bentuk peringatannya terkadang menyimpang jauh, bahkan bertentangan dengan logika kecintaan kepada kita mengadakan peringatan mauid Nabi Muhammad Saw. Untuk itu, nilai ritual yang ada didalamnya harus mencerminkan logika kecintaan kepada beliau, bukan yang kontradiktif dengan logika cinta. Perhatikan hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Anas berikut ini عن أنس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال من أحب سنتى فقد أحبنى ومن أحبنى كان معى فى الجنة. Artinya “Diriwayatkan dari Anas dari Rasulullah Saw., bahwa beliau bersabda, barang siapa mencintai sunnahku maka sungguh ia telah mencintai aku, maka ia bersamaku di surga” Di dalam kitab durrotun Nasihin di jelaskan فمن أحب أن ينال رؤية النبي عليه الصلاة والسلام فليحبه حبا شديدا وعلامة الحب الاطاعة فى السنته السنية واكثار الصلاة عليه لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال من أحب شيئا اكثر من ذكره Artinya “Maka barang siapa menginginkan dapat melihat Rasulullah Saw., hendaklah ia mencintai beliau dengan kecintaan yang sungguh. Adapun tanda-tanda cinta Rasul itu adalah mengikuti Sunnah beliau yang mulia dan memperbanyak berselawat untuk beliau, sebab Rasulullah Saw, telah bersabda, barang siapa mencintai sesuatu, maka ia tentu banyak menyebutnya,” Hadirin Jamaah Jum’at RahimakumullahMecermati hadis di atas, dapatlah kita ketahui bahwa inti dari cinta kepada Rasulullah Saw. Adalah mengikuti dan meneladani sunnah-sunnah beliau dan memperbanyak membaca selawat kepada beliau. Dengan kata lain, ungkapan rasa cinta kepada beliau harus diaktualisasikan dalam bentuk sikap dan perbuatan yang berorientasi kepada nilai religi, bukan sebatas formalitas belaka. Karena ujung dari rasa cinta itu adalah peningkatan kualitas diri dalam pengamalan ajaran agama yang dibawa oleh cinta kepada beliau haruslah disertai perbuatan yang mencerminkan kecintaan kepada beliau,bila tidak, maka sama saja cinta itu bohong adanya. Perhatikan pernyataan salah seorang waliyullah Hatim Az Zahid berikut ini من ادعى حب النبي صلى الله عليه وسلم من غير اتباع السنة فهو كذاب Artinya “Barang siapa mengaku cinta Rasulullah mau mengikuti perilaku beliau, maka ia adalah seorang pembohong.” Hadrin Jamaah Jum’at RahimakumullahOleh karena itu, bulan Rabiul Awal ini kita jadikan momentum untuk menyegarkan kecintaan kita kepada beliau, sekaligus mentaati dan mengikuti sunnah-sunnah beliau. Hal ini sangat refleksi dari cinta Rasul yang sesungguhnya, agar kelak kita memperoleh syafaat beliau yang artinya “diriwayatkan dari dia berkata, barang siapa mencintai Rasulullah Saw., maka ia memperbanyak membaca selawat untuk belaiu. Adapun buahnya adalah memperoleh syafaat beliau dan dapat dan dapat menyertai beliau di surga’”Allah Swt. Berfirman مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا Artinya “Barang siapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barang sia yang berpaling dari ketaatan itu, maka kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” QS. An-Nisa’ 80 Hadrin Jamaah Jum’at RahimakumullahSemoga peringatan demi peringatan maulid Nabi Saw. Yang diselenggarakan oleh kaum muslimin, benar-benar merupakan ekspresi kecitaan kepada beliau, dengan kesediaan penuh untuk menaati dan mengikuti sunnah-sunnah beliau, sehingga kita akan mendapatkan syafa’at beliau, dan dapat bersama orang yang kita cintai itu di dalam surga, amin. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ Khotbah Kedua اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًااَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَىوَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَاَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ
Allah Mencintai Allah itu tidak hanya diucapkan dengan lisan, akan tetapi juga dibuktikan dengan kemantapan hati dan perbuatan kita. Lalu bagaimana caranya kita membuktikan bahwa kita benar-benar mencintai Allah? Al-Quran memberitahu kita, Katakanlah "Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ali Imran 31 Allah Ta’ala menjelaskan bahwasannya jikalau hamba-Nya benar-benar mencintai-Nya, maka ikutilah Rasul-Nya yakni Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Jadi, jikalau kita benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah Rasul-Nya, karena dengan mengikuti dan mentaati Rasul-Nya kita sudah otomatis mentaati Allah Tabaraka Wa Ta’ala. Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling dari ketaatan itu, maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. An-Nisaa’ 80 Loh, mengapa bisa seperti itu? Mengapa dengan mentaati Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam itu berarti kita sudah mentaati Allah. Karena segala tingkah laku, baik berupa lisan ataupun perbuatan beliau adalah wahyu yang diwahyukan Allah kepadanya. dan tiadalah yang diucapkannya itu Al-Quran menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya. An-Najm 3-4 Bagaimana kita mentaati Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam? Yaitu dengan kita mengikuti sunnah-sunnahnya, tidak perduli itu hal kecil ataupun hal sepele, akan tetapi jikalau kita memang benar-benar mencintai Allah dan Nabi-Nya, maka ikutilah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Karena beliau diutus oleh Allah untuk menjadi contoh, menjadi suri tauladan bagi kita. Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Al-Ahzaab 21 Percayalah, kalau kita mengikuti Al-Quranul Karim dan sunnah-sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, kita akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat, kita tidak akan pernah mendapatkan kerugian malah akan mendapatkan keuntungan yang besar sekali. Sudah seharusnya kita menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, terlebih lagi di zaman saat ini. Yang mana sunnah-sunnah beliau sudah banyak ditinggalkan umatnya, sudah tidak dilaksanakan lagi bahkan seakan tidak ada lagi rasa cinta kepada Nabi-Nya. Padahal kalau kita benar-benar mencintai Allah dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, maka dengan mengikuti sunnah-sunnah beliau kita akan semakin cinta kepadanya, akan timbul rasa kegembiraan dan kebanggaan karena mengikuti sunnah-sunnah beliau. Mari sahabatku semua, kita senantiasa hidupkan sunnah-sunnah Rasulullah, dengan mengikuti beliau otomatis kita juga mengikuti Allah sekaligus mencintai-Nya. Di antara sunnahnya adalah senantiasa menjaga wudhu, sholat awal waktu bagi pria di masjid, rajin melaksanakan ibadah-ibadah sunnah dan lain sebagainya. Semoga bermanfaat.
Islam sebagai pandangan hidup mempunyai perspektif dalam segala hal. Mulai dari perkara besar hingga urusan kecil. Termasuk pula urusan cinta. Cinta bukan perkara sepele, melainkan sangat vital bagi hidup manusia. Karena, dengan cinta manusia bisa tetap eksis di dunia. Oleh sebab itu, Islam juga mengatur apa dan bagaimana seharusnya cinta itu. Cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya merupakan fondasi agama. Perkara inilah yang mengantarkan seseorang rela melakukan amaliah ibadah yang dikehendaki syariat. Ibnu Rajab berkata, kecintaan kepada Rasul adalah fondasi iman. Dia dikaitkan dengan kecintaan kepada Allah. Sesungguhnya, Allah telah menggandeng keduanya. Allah pun menegaskan, tidak boleh kecintaan kepada perkara apa pun berupa keluarga, harta benda, tanah kelahiran, dan lain-lain mengalahkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Dalam hadits, Nabi bersabda, “Tidak sempurna iman seseorang hingga aku lebih dicintai dari anaknya, orang tuanya, dan manusia seluruhnya.” HR Bukhari. Cinta itu menuntut pembuktian. Cinta memiliki konsekuensi logis. Seharusnya, cinta kepada Allah dan Rasul-Nya melebihi hal itu. Bukti kecintaan Allah adalah banyak berzikir mengagungkan asma-Nya. Cinta kepada Rasulullah ditunjukkan dengan sering bershalawat, menyebut namanya, dan mengikuti petunjuk yang dibawanya. Ketika disebut nama Allah dan Rasul-Nya, bergetar hati dan jiwanya. Bertambah pula cintanya ketika tilawah Alquran atau tadabur hadits. Cinta itu sendiri ada dua jenis, yaitu cinta yang berasal dari naluri manusia dan cinta karena dorongan syar’i. Cinta yang pertama berupa kecenderungan pada harta, anak, istri, dan sebagainya. Syariat memandang cinta kategori ini sebagai fitrah manusia, hanya saja disyaratkan cinta itu jangan sampai melampaui batas. Cinta yang kedua, yakni cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Cinta pada kepentingan Islam dan kaum Muslimin. Ibnu Mas’ud meriwayatkan, seseorang mendatangi Rasulullah lalu bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang seseorang mencintai kaum, tetapi tidak bersama mereka di akhirat?” Rasulullah menjawab, “Seseorang itu bersama orang yang dicintainya.” Muttafaq Alaihi Dalam riwayat lain, seperti dikisahkan Anas bin Malik, Rasulullah didatangi seorang badui yang menanyakan kapan datangnya hari kiamat. Rasulullah terkejut seraya bertanya, “Celaka apa yang kamu persiapkan untuknya?” Badui itu menjawab, dia tidak mempersiapkan apa-apa melainkan cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Mendengar jawaban tersebut, Rasul menimpali, sesungguhnya dia akan bersama orang dicintainya. Mereka yang mendengar jawaban tersebut bertanya, “Apakah kami pun demikian?” Rasul menjawab, “Benar.” Jawaban tersebut akhirnya membuat mereka semua gembira bukan main. sumber Harian Republika
Ada beberapa bukti nyata-dari banyak bukti-tentang besarnya cinta Allah SWT kepada manusia. Cinta Allah itu adalah cinta yang tidak terbatas. Hakikat dan besarnya tidak bisa dipersamakan dengan kasih sayang siapa pun. Allah SWT berfirman وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ ''Rahmat kasih sayang-Ku meliputi segala sesuatu.'' QS Al-A'raf [7] 156. Berikut ini lima bukti cinta Allah SWT kepada makhluk-Nya, terutama umat manusia Pertama. diturunkannya Alquran. Allah SWT, tidak membiarkan kita kebingungan dalam menjalani hidup. Dia menurunkan Alquran sebagai penuntun hidup, agar kita dapat meraih bahagia di dunia dan akhirat. Firman-Nya ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ ''Kitab ini tidak ada keraguan padanya; merupakan petunjuk bagi mereka yang bertakwa.'' QS Al Baqarah [2] 2. Dalam ayat lain difirmankan pula أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۚ بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ “Tetapi mengapa mereka orang kafir mengatakan "Dia Muhammad mengada-adakannya. ''Sebenarnya Alquran itu adalah kebenaran yang datang dari Tuhanmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; agar mereka mendapat petunjuk.'' QS As-Sajdah [32] 3. Dr Quraish Shihab mencatat ada tiga petunjuk penting yang diberikan Alquran. Pertama, petunjuk akidah yang tersimpul dalam keimanan akan keesaan Allah dan kepercayaan akan kepastian hari pembalasan. Kedua, petunjuk mengenai akhlak yang murni dengan jalan menerangkan norma-norma keagamaan dan moral, baik yang menyangkut kehidupan pribadi maupun sosial. Ketiga, petunjuk mengenai syariat dan hukum, yaitu dengan jalan menerangkan dasar-dasar hukum dalam hubungannya dengan Allah dan sesama manusia. Kedua, mengutus para rasul. Secara fitrah, setiap manusia membutuhkan teladan yang bisa dijadikan rujukan. Untuk memenuhi kebutuhan itulah, Allah mengutus para Rasul. Dalam QS Al An'am [6] ayat 48, Allah SWT berfirman وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ ۖ فَمَنْ آمَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ''Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.'' Dia tidak membiarkan manusia berjalan "sendirian". Dia mengaruniakan "teman terbaik" yang akan menemani manusia menuju jalan kebahagiaan, mengenalkan manusia kepada Tuhannya, sekaligus menjadi model manusia yang sesuai dengan kehendak Allah SWT. Firman-Nya لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” QS Al Ahzab [33] 21. Kita yang hidup tidak sezaman dengan Rasulullah SAW, dapat membuka warisannya berupa hadis dan sunah. Di dalamnya terdapat penjelasan yang rinci tentang semua ajaran Allah. Ajaran yang berisi tentang petunjuk menjalin hubungan dengan Allah hablum minallah dan dengan manusia hablum minannas. Di dalamnya kita juga mendapati gambaran karakter mulia Rasulullah SAW sebagai teladan paling baik. Ketiga, diciptakannya alam semesta. Allah SWT tidaklah menciptakan alam semesta tanpa maksud. Dia menjadikan semua yang ada di bumi dan di langit untuk memenuhi kebutuhan manusia. Difirmankan هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu, kemudian Dia menuju langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Mahamengetahui segala sesuatu.” QS Al Baqarah [2] 29. Seluruh potensi yang ada di dalam dan permukaan bumi dihamparkan untuk diambil manfaatnya oleh manusia. Tidak ada satu pun makhluk di alam ini yang tidak bermanfaat. Nyamuk misalnya. Walaupun menganggu, nyamuk dapat membangkitkan kreativitas manusia, obat nyamuk contohnya. Dengan adanya nyamuk, banyak orang yang tercukupi ekonominya. Allah telah menciptakan alam dengan sangat sempurna, sehingga manusia dapat hidup di dalamnya dengan nyaman. Semuanya telah ditata dengan akurat. Perjalanan siang dan malam, rantai makanan antara makhluk hidup sampai pada lingkungan tempat ia hidup, semuanya telah diatur dengan hukum-Nya. Keempat, luasnya ampunan Allah. Bukti keempat adalah luasnya ampunan Allah SWT. Sebanyak apa pun dosa manusia, Allah pasti akan mengampuni, asalkan ia betul-betul bertobat. Allah SWT telah berjanji dalam Alquran وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ ۖ ''Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. Jika kamu, mengerjakan yang demikian, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik terus menerus kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan balasan keutamaannya.'' QS Hud [11] 3 Tangan Allah terbuka setiap saat bagi orang yang mau bertobat. Rasulullah SAW bersabda إِن الله تَعَالَى يبْسُطُ يدهُ بِاللَّيْلِ ليتُوب مُسيءُ النَّهَارِ، وَيبْسُطُ يَدهُ بالنَّهَارِ ليَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ حتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِن مغْرِبِها "Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang berbuat keburukan di siang hari bertobat, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari agar orang yang berbuat keburukan di malam hari bertobat. Ini akan terus berlaku hingga matahari terbit dari arah Barat HR Muslim. Kelima, memberikan rezeki. Allah adalah Al Razzaq, Dzat Mahapemberi Rezeki. Setiap makhluk diberi-Nya rezeki agar mereka dapat hidup dan beribadah kepada Allah SWT. Tidak ada satu pun makhluk yang tidak diberi rezeki, termasuk manusia. Firman-Nya Katakanlah قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ 'Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi siapa yang dikehendaki-Nya'. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah sebaik-baik pemberi rezeki.'' QS Saba [34] 39. Demikian pula makhluk yang lain وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ ''Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata Lauhul Mahfudz.'' QS Hud [11] 6. sumber Harian Republika
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID E0K3tfPF_9xeYEUJzHJbzpHlaACkg4D-b_8CJO6HDtTpa4B8ISQtcQ==
berpuasa bukti cinta kita kepada allah swt